Oleh : Andi Pati A.S
I. PRAKATA
1.1. Narkoba dan Lingkup Penyebarannya
Namun upaya pemecahan tetap dilakukan disebabkan sangat erat kaitannya dengan generasi muda penerus cita-cita bangsa.
1.2. Penanganan Melalui Pengobatan Alternatif
Adapun penanganan dekade terakhir ini yaitu apa yang dikenal sebagai Pengobatan Alternatif semakin marak diberitakan, deperbincangkan, diterapkan dan dipakai oleh masyarakat.
Dimana-mana terdapat orang-orang pinta yang dapat menyembuhkan dengan berbagai cara yaitu antara lain dengan doa, totok aliran darah, sentuhan dengan ramuan alami dan sebagainya.
Klinik-klinik alternatifpun bermunculan dengan cara-cara ” INKONVENTIONAL ” seperti Hselasi, Ozon, Laser, Colon Terapi, Homeopathy dan seterusnya. Kenyataan ini tentu saja dapat membigungkan bila kita tidak mempunyai konsep untuk menyikapi maksud dan tujuan semula sebagai pedoman bagaimana seyogyanya kita menyikapi masalah ini untuk menjaga kesehatan kita.
II. KEDOKTERAN KOMPLEMENTER DAN ALTERNATIF
2.1. Istilah Kedokteran Komplementer dan Alternatif
Kedokteran Komplementer dan Alternatif atau Complementary Alternatif Medicine adalah suatu istilah yang masih diperdebatkan saat ini. Istilah Kedokteran disini kurang pas / cocok digunakan, karena didalamnya terdapat cara-cara Penyembuhan ( Healing ) yang dilakukan oleh seorang ” Healer ” atau Pengobatan ( Theraphy ) yang diberikan oleh seorang ” Therapist ” . Komplementer diartikan sebagai ” Pelengkap ” sedangkan Alternatif diartikna sebagai ” Pilihan Lain ” terhadap cara-cara kedokteran modern. Atau istilah lainnya
INTEGRATIVE MEDICINE karena oleh pengikutnya dianggap bahwa cara ini harus di ” Integrasikan ” dalam kedokteran modern.
Yang termasuk dalam ” Kedokteran Komplementer Alternatif ” , bila kita mengacu pada tulisan Donal W. Novey, MD ( Complementary And Alternative Medicine ) maka dapat dikemukakan sebagai berikut :
Mind-Body Interventions ” antara lain :
Hipnoptherapy, Meditasi, Terapi Relaksasi, Yoga, Penyembuhan Spiritual dan Doa
Alternative System of Medical practice.
Cara-cara Lain Dalam Diagnose dan Pengobatan.
2.2. Sejarah Perjalanan Komlementer dan Alternatif
Kalau kita perhatikan apa yang ada dalam daftar tersebut diatas, jelas bahwa sebagian dari cara-cara ini telah dikenal beratus-ratus bahkan beribu-ribu tahun yang lalu, contohnya Yga dan Herbal Medicine ( Ramuan Cina Trasional, Pengobatan Spiritual ).
Dengan penemuan baru dan kemajuan dalam ilmu dan teknologi pada permulaan abad ke-20 dan sebelumnya maka Kedokteran Modern seperti yang kita kenal sekarang ini menjadi cara penyembuha yang utama ( main Stream ) dan mengeser cara penyembuhan yang lain seperti Kedokteran Alternatif, bahkan di Amerika Serikat / US oleh Asosiasi Dokter Amerika pernah dinyatakan sebagai cara-cara yang tidak layak.
Namun mulai dekade-dekade akhir abad lalu, dirasakan bahwa Kedokeran Modern ( Kedokteran Konvensional ) mulai terdapat kekurangan-kekurangan, sehingga terjadi pergeseran sikap, baik para dokter maupun masyarakat. Di Amerika Serikat misalnya terjadi kenaikan pemakaian Pengobatan Alternatif sebanyak 36% pada tahun 1990 dan meningkat menjadi 40% pada tahun 1997.
Dan pada tahun 1998 dibentuklah National Center Complementary And Alternative Medicine dengan anggaran $ 68,4 juta untuk tahun 2000 dan $ 72 juta untuk tahun 2001. Di Australia Selaatn dari survey terhadap 3400 penduduk, 48,5% pernah menggunakan pengobatan alternatif. Di Inggris jumlah konsultasi tahunan per 100 penduduk berkisar antara 19,5 – 25,7 %. Di Indonesia, data sekitar tahun 1980, 1986 dan 1992 penggunaan obat tradisional menunjukkan peningkatan dari 19,9% ( 1980 ) menjadi 23,3% ( 1986 ) , cara-cara tradisional meningkat pula dari 11,2% ( 1980 ) menjadi 18,4% ( 1986 ) dimana secara keseluruhan terjadi peningkatan pemanfaatan Pengobatan Tradisional sebesar 31,4% ( 1992 ).
III. KESEHATAN HOLISTIK dan ALTERNATIF
3.1. Kesehatan Holistik sebaagi dasar dalam Kedokteran Komplementer
Manusia pada hakiaktnya adalah kesatuan yang utuh antara jiwa dan raga. Hubungannya terkait dan tergantung satu dengan yang lain. Dalam jiwanya ada roh, akal, nafsu, dan hati nurani. Raganya terdiri atas organ-organ seprti jantung, pembuluh darah, otak syaraf, alat pernafasan, alat pencernaan, panca indera, kelenjar-kelenjar yang menyatu dalam sistem secara faal, saling terkait dan pengaruh – mempengaruhi.
Manusia sebagai hamba Allah mempunyai ” Spiritual Commitment ” tersendiri untuk menjalani kehidupannya berdasarkan ajaran dan kepercayaanya masing-masing yang tentunya tercermin dalam perilakunya.
Manusia adalah bagian dari lingkungan dan alam semesta, yang selalu dalam interaktif aktif secara sosial, psokologis, biologis fisik maupun kimia.
Terganggunya ” Fungsi ” interaksi dan interpedensi, terganggunya ” Harmoni ” dalam diri manusia, manusia dan lingkungannya, da manusia dengan penciptnaya akan menyebabkan timbulnya ” penyakit-penyakit ”. Sebaliknya optimalnya fungsi-funsi dan harmonisnya hubungan, akan semakin baiklah kesehatan dan ” Well Being ” nya sehingga Kesehatan Holistik inilah yaang menjadi Dasar Kedokteran Komlementer, dan Alternatif menjafa kesehatan dan mengupayakan secara alami.
Kesehatan Holistik pada dasarnya juga menekankan bahwa pada hakekatnya menjaga kesehatan adalah tanggung jawab pribadi, sedangkan dalam rangka penyembuhan penyakit, tanggung jawab bersama antara pasien dan dokter.
3.2. Teknis Terapi dalam Salah Satu Penerapan Kedokteran Komplementer
Langkah-langkah yang diperlukan dalam melakukan terapi bagi penyalahgunaan NAZA dalam penerimaan awal sebagai pasien :
Wawancara Khusus
- Wawancara pada penderita , dilakukan untuk mengetahui Riwayat Penyalahgunaan NAZA antara lain : Zat yang pernah dipakai ( jenisnya ), Kapan mulai dipakai, Zat yang pernah dipakaisecara teratur, Jumlah ( dosis ), Frekuensi pemakaian, alasan / tujuan pemakaian zat.
- Wawancara pada pengantar / keluarga / orang lain yang bertanggung jawab, yang gunanya untuk mengetahui kebenaran dari apa yang telah diperoleh dari hasil wawancara dengan pasien karena dalam penyalahgunaan zat aditif keterangan dari pasien cenderung tidak dapat dipercaya, selain itu untuk memperoleh informasi mengenai keadaan pasien sehari-hari di rumah / lingkungan keluarga.
2. Pemeriksaan Secara Medis
- Pemeriksaan Medis Klinik mengenai : Gejala-gejala Vital, Kulit, Mata, Pupil Mata, Hidung, Dada, Perut, Susunan Saraf Pusat.
- Pemeriksaan Umum Laboratorium antara lain : Urin narkoba. Analisa Urin, Kimia Darah, HB / Lecosyt, LED, SGOT / SGPT, HBS Ag – Anti HCV.
- Bila perlu pemeriksaan total mencakup : Foto Rontgen, EKG Jantung, EEG Fungsi Saraf.
3. Detoksifikasi / Pengeluaran Zat Racun dengan ramuan alami.
4. Terapi Fisik
5. Physicoreligius / Psikis
6. Konsultasi Fisik
Padang, Februari 2002


Tidak ada komentar:
Posting Komentar