Malam-malam Indah Bersama Allah (1)
Aku pernah duduk dibelakangnya dan menangis karena kasihan kepadanya apabila ia lelah karena malam begitu panjang untuk beribadah maka ia shalat dengan duduk, karena tidak ingin meninggalkan shalat. Bilamana telah selesai shalat, ia kemudian meringkuk seperti ringkukan unta yang lemah.
Abu Darda' r.a. berkata: "Seandainya bukan karena dahaga tengah hari dan bangun malam tentu aku tidak ingin berdiam di alam ini".
Al-Aswad bin Zaid berpuasa di hari terik panas hingga tubuhnya pucat pasi dan melakukan shalat hingga terjatuh kelelahan.
Suatu hari orang-orang berkata kepada Aqamah bin Qais: "Hingga kapan Anda menyiksa tubuh ini'?" Ia menjawab: "Aku hanya menginginkan kemuliaannya esok".
Ali bin Ziyad berpuasa hingga pucat pasi tubuhnya dan mengerjakan shalat hingga terjatuh karena lelah. Suatu kali ia ditemui Hasan Basri dan Malik bin Dinar, kemudian mereka berkata kepadanya: "Sesungguhnya Allah tidak menyuruhmu hingga demikian".
Tetapi ia menjawab: "Sesungguhnya aku hanyalah hamba sahaya. Demi Allah swt. seandainya sepanjang usiaku aku gunakan untuk sujud di atas bara api, bahkan sejak diciptakan bumi hingga hari kiamat, aku belum menunaikan syukur atas kesehatan satu saat atau seteguk minuman yang Allah swt. berikan kepadaku".
Malik bin Dinar setiap hari melakukan shalat seribu rakaat hingga kedua kakinya sakit, lalu shalat
Ali bin Fudhail tidak sanggup membaca
Daud ath-Tha'i suatu kali ditanya: "Apakah Anda tidak merapikan janggut Anda. Sesungguhnya janggut Anda telah kumal?" Ia menjawab: "Kalau begitu, berarti aku benar-benar tidak punya kegiatan!"
Uwais al-Qarni mengisi sepanjang malam dengan satu sujud.
Ketika Utbah al-Ghulam telah bertaubat ia kemudian tidak menyisihkan waktu khusus untuk makan dan minum. Lalu ibunya berkata: "Tidakkah kamu menyayangi dirimu. wahai anakku?" Ia menjawab: "Biarkanlah aku ibu, aku bersusah payah selama hidup yang singkat ini untuk menyambut hari panjang."
Ketika Masruq menunaikan haji, ia selama dalam perjalanan tidak tidur sama sekali untuk bersujud. Abduljah bin Hijal berkata: "Aku berharap kepada Allah swt tidak melihat suatu malam aku tidur dan suatu siang aku tidak berpuasa."
Abdullah bin Daud berkata: "Kami pernah menjumpai orang-orang yang mana apabila malam tiba diantara mereka menggunakan sebagian malam untuk shalat dan bilamana usia mereka telah mencapai umur empat puluh tahun, mereka menggujungi kasur tidurnya hingga meninggal dunia.Kahmasy bin al-Husain shalat setiap harinya seribu rakaat.
Apabila telah mengalami kelelahan ia berkata kepada dirinya sendiri: "Bangunlah wahai tempat segala keburukan." Setelah tidak mampu lagi ia melakukan shalat
Betapa rugiku telah berkurang setengah ibadahku!"
Putri Rabi' bin Khaitsam bertanya kepada ayahnya: "Ayah, betapa aku melihat orang-orang tidur sedangkan ayah tidak!" Ia menjawab: "Karena ayahmu takut mati saat tidurnya lalu masuk neraka."
Ketika Malik bin Dinar melakukan perjalanan untuk mengunjungi Uwais al-Qarni, ia masuk menemuinya setelah shalat subuh. Ia menjumpainya sedang duduk. Ia memberi salam dan dijawab dengan salam pula. Tetapi ia tidak berbicara hingga waktu dzuhur. Lalu shalat dzuhur dan tidak berbicara hingga waktu ashar. Lalu shalat ashar dan tidak berbicara hingga maghrib. Lalu shalat maghrib dan tidak berbicara hingga waktu isya. Lalu ia tidak berbicara hingga waktu subuh. Setelah shalat subuh ia tertidur dalam keadaan duduk, lalu terbangun kaget seraya mengucapkan: "Allahumma, sesungguhnya hamba berlindung kepada Engkau dari mata yang banyak tidur dan dari perut yang tidak pernah kenyang."
Malik kemudian berkata dalam hatinya bahwa apa yang ia saksikan itu cukup memberi bukti tentang keadaan hidup Uwais.
Kemudian Malik pulang tanpa dapat mengajak Uwais berbicara.
Suatu kali seorang laki-laki melihat Uwais lalu bertanya: "Mengapa aku melihatmu tampak sakit sepanjang tahun'?" Ia menjawab: "Bagaimana Uwais tidak sakit, sementara orang yang sakit saja makan apalagi Uwais tidak makan, orang yang sakit saja tidur apalagi Uwais tidak tidur!" Kemudian berkata: "Mengherankan sekali orang yang mengetahui bahwa syurga indah menawan ada di atasnya sedangkan neraka menyala-nyala ada di bawahnya, bagaimana orang yang ada diantara keduanya tidur?
Seorang laki-laki datang menemui Ibrahim bin Adham, lalu ia melihatnya telah shalat isya'. Laki-laki itu duduk memperhatikannya hingga fajar menyingsing, Ibrahim bangun untuk shalat, laki-laki itu bertanya heran: "Mengapa Anda shalat, padahal baru saja bangun tidur?!
Bagaima aku bisa tidur?!"Tsabit al-Banani berkata: "Kami pernah menjumpai orang-orang yang shaleh, seorang diantara mereka melakukan shalat lalu tidak mendatangi kasurnya, kecuali merangkak karena kelelahan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar